Rimbawan dan makna Jiwa korsa
Rimbawan merupakan suatu wadah yang berstruktur dalam artian pelindung hutan
yang memiliki rasa tanggung jawab besar terhadap kondisi dan realita dari
kondisi alam pada umumnya dan pada kondisi hutan secara khusus. Realitas yang
telah terjadi sekarang ini menjadi sebuah bukti bahwa kurang nya perhatian dan
rasa tanggung jawab para rimbawan yang telah memiliki jabatan pada suatu wadah
departemen yang hanya mementingkan kepentingan segilintir orang, dengan alasan
pemenuhan kebutuhan, jiwa pelestarian pun hilang dari dalam diri.
Kondisi
seperti inilah yang harus dipersoalkan, dari masa ke masa, dari setiap
pergantian jabatan, hal yang sama terus saja terulang. Dimanakah rasa pelestarian yang selalu diajarakan pada kita semua para
ribawan muda.? Atau inikah konsekuensi yang harus kita terima, melihat dan
terus saja meratapi hancur dan hilangnya permadani hijau yang telah menjadi paru-paru dunia ini.
Jiwa
korsa yang berarti suatu bentuk kebersamaan antara suatu kelompok orang yang
kemudian telah terhimpun dalam suatu wadah tertentu. Keberadaan dan pola pikir
sekarang ini yang telah menjadi suatu bentuk dari implementasi jiwa korsa yang
“gagal”. Adakalanya jiwa korsa haruslah menjadi pondasi yang harus selalu
ditanam pada setiap rimbawan muda saat ini, akan tetapi jiwa korsa pada masa
kini hanyalah menjadi slogan-slogan penghibur hati dalam kerja palsu yang tak
bernampak.
Ingatlah”
Hutan merupakan suatu hamparan lahan yang didalamnya ditumbuhi pohon-pohon dan
berlansung pula interaksi antara ekosistem flora dan fauna lainnya”.
Substansinya jikalau hidup seorang rimbawan hanya mementingkan kebutuhan pribadi
tanpa mementingkan kebutuhan orang banyak lainnya, maka pola hidupnya tidak
bisa dikatakan sebagai pola hidup seorang rimbawan, karna pola hidup rimbawan
haruslah sama maknanya dengan hutan yang didalamnya terdapat pepohonan/banyak pohon,
bukan hanya satu pohon.
-Firman F.Taran-
Rimbawan Universitas Khairun Ternate
Rimbawan Universitas Khairun Ternate