Senin, 26 Oktober 2015

Rimbawan dan makna Jiwa korsa


Rimbawan dan makna Jiwa korsa

                 Rimbawan merupakan suatu wadah yang berstruktur dalam artian pelindung hutan yang memiliki rasa tanggung jawab besar terhadap kondisi dan realita dari kondisi alam pada umumnya dan pada kondisi hutan secara khusus. Realitas yang telah terjadi sekarang ini menjadi sebuah bukti bahwa kurang nya perhatian dan rasa tanggung jawab para rimbawan yang telah memiliki jabatan pada suatu wadah departemen yang hanya mementingkan kepentingan segilintir orang, dengan alasan pemenuhan kebutuhan, jiwa pelestarian pun hilang dari dalam diri.
             Kondisi seperti inilah yang harus dipersoalkan, dari masa ke masa, dari setiap pergantian jabatan, hal yang sama terus saja terulang. Dimanakah  rasa pelestarian  yang selalu diajarakan pada kita semua para ribawan muda.? Atau inikah konsekuensi yang harus kita terima, melihat dan terus saja meratapi hancur dan hilangnya permadani  hijau yang telah menjadi paru-paru dunia ini.
            Jiwa korsa yang berarti suatu bentuk kebersamaan antara suatu kelompok orang yang kemudian telah terhimpun dalam suatu wadah tertentu. Keberadaan dan pola pikir sekarang ini yang telah menjadi suatu bentuk dari implementasi jiwa korsa yang “gagal”. Adakalanya jiwa korsa haruslah menjadi pondasi yang harus selalu ditanam pada setiap rimbawan muda saat ini, akan tetapi jiwa korsa pada masa kini hanyalah menjadi slogan-slogan penghibur hati dalam kerja palsu yang tak bernampak.
           Ingatlah” Hutan merupakan suatu hamparan lahan yang didalamnya ditumbuhi pohon-pohon dan berlansung pula interaksi antara ekosistem flora dan fauna lainnya”.
         Substansinya jikalau hidup seorang rimbawan hanya mementingkan kebutuhan pribadi tanpa mementingkan kebutuhan orang banyak lainnya, maka pola hidupnya tidak bisa dikatakan sebagai pola hidup seorang rimbawan, karna pola hidup rimbawan haruslah sama maknanya dengan hutan yang didalamnya terdapat pepohonan/banyak pohon, bukan hanya satu pohon.


                                                                                                                 -Firman F.Taran-
                                                                                                Rimbawan Universitas Khairun Ternate